iProspect Logo

Tetap Ramaikan Industri Otomotif di Tengah Pandemi, Festival Online Otomotif Pertama Digelar. Seperti Apa?

Terjadinya pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020 ternyata memberikan dampak yang luar biasa di seluruh sektor industri. Salah satu industri raksasa di Indonesia yang punya peranan penting terhadap masyarakat adalah industri otomotif. Beberapa organisasi dan badan yang bergerak di bidang ini bahkan tidak menampik adanya dampak buruk dari pandemi ini.

Mereka beranggapan bahwa keadaan ini punya potensi untuk menghambat laju industri otomotif nasional secara berkepanjangan. Pengadaan manufaktur yang terkait dengan pembuatan dan perancangan mobil, misalnya, mengalami keterlambatan produksi. Beberapa pabrik bahkan harus berhenti beroperasi karena tidak adanya bahan untuk produksi.

Selain dari sisi manufaktur, industri otomotif juga mengalami keterhambatan dari segi pemasaran. Pameran-pameran otomotif seperti GIIAS dan IIMS, yang sudah menjadi rutinitas tahunan juga harus ditiadakan karena pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini.

Salah satu hal yang menjadi isu penting dari pandemi dan terkait erat dengan industri otomotif, yakni larangan untuk berkumpul dengan banyak orang. Padahal seperti yang diketahui bahwa GIIAS dan IIMS selalu mampu mendatangkan pengunjung hingga ratusan ribu orang.

Lantas, bagaimana cara menyiasati hal ini demi memastikan industri otomotif tanah air tetap berjalan?

Indonesia Otomotif Online Festival (IOOF) 2020

Diinisiasi oleh Google Indonesia dan Kompas Gramedia, festival online otomotif pun diadakan untuk pertama kalinya di Indonesia. Mengambil nama Indonesia Otomotif Online Festival (IOOF) 2020, event online ini diselenggarakan demi mendukung industri otomotif agar mampu menjawab tantangan yang dihadapi serta meningkatkan kebutuhan pasar seiring waktu.

Hadirnya IOOF ini juga sebenarnya merupakan penyesuaian di mana masyarakat di seluruh dunia saat ini lebih bergantung pada smartphone. Dengan begini, tidak mengherankan jika penggunaan perangkat seluler telah menjadi bagian penting dari proses pembelian sebuah kendaraan roda empat.

Para pembeli juga semakin aktif menggunakan perangkat seluler untuk melakukan lebih banyak riset sebelum membeli kendaraan di mana pun dan kapan pun mereka mau. Pelaksanaan IOOF pun menjadi hal yang tidak mustahil untuk dihelat.

Sama seperti dengan pelaksanaan GIIAS dan IIMS, IOOF 2020 juga menghadirkan banyak brand otomotif ternama dengan penawaran promo-promo menarik. Semuanya bisa disaksikan melalui channel Youtube GridOto atau di situs gridoto.com/ioof yang sudah berlangsung sejak 25-29 Agustus 2020.

 

Proses Pemasaran IOOF 2020

IOOF sendiri dipasarkan melalui iklan sebagai bagian dari platform Google bernama Google Display & Video 360 (DV360) dengan inventory premium dari publisher Kompas dan Youtube. Keunggulan DV360 ini salah satunya adalah untuk memudahkan setiap orang agar berkolaborasi dengan orang lainnya. Setiap data dan insight dari seluruh media baik kreatif, data, dan tim analytics bisa dibagikan untuk menghasilkan sebuah kolaborasi.

Selain itu, DV360 juga lebih transparan dan terkontrol dalam membelanjakan semua budget yang dimiliki, sehingga Anda pun bisa tahu ke mana budget tersebut dibelanjakan. Seluruh insight pun bisa diotomatisasi dengan lebih cepat demi meraih goal yang diinginkan.

Terkait hal ini, industri otomotif memang memperkirakan konversi yang lebih rendah dari konsumen Indonesia pada 2020 berupa penurunan daya beli sebesar 58%. Kolaborasi antara Google dan Kompas Gramedia melalui channel online ini pun menjadi salah satu cara mendukung brand-brand otomotif agar bisa tetap memproduksi.

Sementara untuk menjalankan DV360 di lini bisnis, iProspect Indonesia telah membantu tiga brand otomotif terkemuka di Asia Pasifik. Manfaat yang diberikan pun lebih relevan untuk bisnis. Apalagi dengan hadirnya Seamless Connection dengan Premium Inventory Publisher untuk Kompas Gramedia dengan Full Automation demi berlangsungnya campaign secara lebih lancar dan akurat.

Hasil yang didapatkan pun terbilang positif dengan 102 juta tayangan secara keseluruhan untuk ketiga brand tersebut dengan 433 ribu overall click dalam kurun waktu 2 minggu.