iProspect Logo

Perubahan Perilaku Pengguna Internet di Masa Physical Distancing Saat Covid-19

Hampir seluruh negara di dunia saat ini menghadapi sebuah masalah kesehatan yang bersumber dari virus Corona. Keberadaan kasus virus ini pertama kali terdeteksi di Wuhan, Cina pada 1 Desember 2019 dan di akhir Desember, tepatnya tanggal 31 Desember 2019 World Health Organization (WHO) mengumumkan kasus ini sebagai masalah yang perlu diperhatikan bersama.

Pada 9 Januari 2020, kasus kematian yang disebabkan oleh virus Corona pun diumumkan untuk pertama kalinya. Melihat jumlah kasus yang semakin meningkat, WHO kemudian mengumumkan bahwa wabah virus Corona berstatus darurat kesehatan global pada 30 Januari 2020 dan pada 11 Februari WHO menamai virus Corona sebagai Covid-19.

Darurat kesehatan global sendiri diartikan sebagai peristiwa luar biasa yang menjadi risiko kesehatan publik bagi negara lain melalui penyebaran penyakit secara internasional. Untuk mengatasinya diperlukan respons internasional yang terkoordinasi.

Selanjutnya, pada 11 Maret 2020 WHO menyatakan bahwa wabah ini sebagai pandemi di mana Covid-19 terjadi secara serempak dengan cakupan daerah geografi yang luas. Sebagai solusi, ada berbagai aturan yang diterapkan untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Salah satu di antaranya yakni Physical Distancing atau pembatasan fisik dengan menjaga jarak aman dengan orang lain agar penyebaran infeksi virus Corona dapat ditekan. Selain itu, pemerintah juga mengajurkan untuk tidak keluar rumah dan tidak mengunjungi tempat yang ramai, seperti pasar, mal, atau restoran.

Tidak hanya membawa dampak pada berbagai industri bisnis, seperti fashion, travel, dan pariwisata, penerapan Physical Distancing kemudian berdampak pada perubahan perilaku pengguna internet yang jumlahnya tidak sedikit. Seperti apa perubahan tersebut? Simak ulasannya di bawah ini!

Perbandingan Pengguna Internet Pada Saat Terjadi Wabah Lainnya

Berdasarkan data dari Google Search Trends yang diakses pada 5 Maret 2020 terlihat jelas bahwa pertumbuhan pengguna internet selama COVID-19 hampir menyentuh angka 100%. Jika dibandingkan dengan wabah lainnya seperti Influenza pada 1 Januari 2004, Flu Babi pada 1 Juli 2009, dan Ebola pada 1 Januari 2015 terlihat jelas bahwa pertumbuhan tersebut sangat signifikan.

Pada data yang sama diketahui bahwa dari tanggal 26 Februari 2020 hingga 3 Maret 2020 diperoleh data waktu penggunaan internet. Masyarakat mengakses internet hampir setiap jam setiap harinya. Hal terakhir yang dipikirkan pengguna internet sebelum tidur pun menjadi hal pertama yang ada di pikiran mereka saat bangun.

Minat Pencarian Pengguna Internet

Selain peningkatan pertumbuhan pengguna internet, terjadi pula peningkatan minat pencarian di internet terhadap hal-hal yang berkaitan dengan COVID-19. Data ini diperoleh dari Google Search Trends dari 11 Maret hingga 17 Maret 2020. Beberapa di antaranya yang banyak dicari, yakni:

  1. Bagaimana cara tes virus Corona
  2. Bagaimana cara mengobati virus Corona
  3. Bagaimana cara mencegah virus Corona
  4. Bagaimana cara membuat hand sanitizer
  5. Bagaimana cara mempersiapkan diri dari virus Corona

Perilaku Pengguna Internet

Secara spesifik, terdapat beberapa perubahan perilaku pengguna internet selama masa Physical Distancing. Perubahan ini pun dianggap sebagai  suatu hal baru yang normal. Adapun perubahan tersebut antara lain:

  1. Konsumsi berita yang berlebihan
  2. Penggunaan game dan layanan streaming meningkat
  3. Konsumsi layanan digital sepanjang hari
  4. Lonjakan pencarian dan transaksi di situs e-commerce
  5. Peningkatan jasa pengiriman online

Beberapa produk yang paling banyak diburu di internet selama masa ini, yaitu produk kesehatan dan produk kebersihan. Sementara mereka yang bekerja dari rumah kebanyakan memesan makanan dan mengakses e-commerce untuk membeli beragam kebutuhan.

Demikianlah sekilas pemaparan mengenai pengaruh Covid-19 terhadap perilaku pengguna internet selama masa Physical Distancing. Semoga informasi ini berguna!