iProspect Logo

Pentingnya Menjaga Strategi Iklan Cross Media Demi Lewati Masa Krisis

Tidak sedikit wacana yang mengungkapkan bahwa setiap brand perlu berhati-hati saat melakukan pembatasan iklan di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Pasalnya, butuh waktu yang tidak sebentar saat brand ingin mulai beriklan kembali. Di samping persiapan produksi, pengelolaan iklan pun menjadi hal yang krusial.

Yang menjadi pertanyaan utama yang sering diajukan oleh banyak brand saat ini adalah apakah mereka masih harus beriklan di tengah situasi krisis seperti ini? Pasalnya, daya beli masyarakat tidak sepadan dengan biaya yang harus dikeluarkan agar strategi iklan yang dicanangkan di awal tahun bisa berjalan.

Faktanya, banyak brand telah memilih untuk mengurangi anggaran mereka untuk iklan sebagai dampak ekonomi pandemi terhadap bisnis. Namun, strategi pembatasan iklan ini disebut-sebut tidak akan bertahan lama sebab jika brand mengurangi anggaran untuk iklan, maka konsekuensi yang harus dihadapi di masa mendatang terbilang besar.

Lantas, seberapa besar pentingnya menjaga strategi iklan, khususnya cross media demi melewati masa-masa krisis seperti saat ini? Untuk tahu lebih lanjut, simak ulasannya di bawah ini!

 

Industri yang Menghabiskan Banyak Anggaran di Iklan

Sebelum lanjut membahas strategi iklan di masa pandemi Covid-19, ada baiknya untuk melihat industri mana saja yang telah menghabiskan banyak anggaran di iklan di Q1 2020.

Data ini diperoleh dari Nielsen Ad Intel, Percentage share of advertising spend for quarter 1 2020, Australia, Belgium, France, Germany, Indonesia, Ireland, Italy, Luxembourg, Malaysia, Netherlands, New Zealand, Norway, Philippines, Portugal, Puerto Rico, Singapore, South Africa, Spain, Thailand, UK, and USA.

Dari skala 0-11, industri Healthcare lebih banyak menghabiskan anggaran iklan di Q1 2020 dengan persentase 10.56% yang kemudian disusul oleh Media & Publishing dengan angka sebesar 8.94%. Jumlah anggaran yang dihabiskan oleh brand di industri Media & Publishing terbilang tipis dengan industri Food, yaitu 8.90%.

Menyusul kemudian industri Automotive, Entertainment, dan Financial masing-masing 8,78%, 7.51%, dan 6.85%. Sementara berikutnya ada industri Cosmetics & Toiletries sebesar 5.99% lalu Telecommunications 5.73%, serta industri Distribution Channels dengan angka berkisar 5.14%.

Terakhir, lini paling buncit, yaitu Institutions menghabiskan anggaran biaya iklan di Q1 2020 hanya sebesar 4.31%. Intinya, di saat-saat krisis, kreativitas bisa tumbuh subur. Strategi iklan yang dijadwalkan di awal tahun bisa jadi terhambat, tetapi meningkatnya waktu yang dihabiskan untuk online dan menonton TV memberikan pencerahan yang signifikan terhadap efektivitas periklanan agar brand bisa tetap eksis.

 

Penerapan Strategi Iklan Cross Media

Kembali ke pertanyaan di awal mengenai seberapa penting penerapan strategi iklan di masa pandemi Covid-19. Bagi para pelaku iklan di brand, Marketing Research Analysts, serta Brand Managers and Channel Managers; perlu mengukur campaign yang dijalankan untuk mendapatkan insight tentang segmen konsumen dan elemen campaign yang punya respons besar.

Dengan demikian, setiap brand pun dapat membuat keputusan yang lebih baik di masa mendatang. Menguji iklan juga akan membantu brand menjawab pertanyaan penting tentang kinerja campaign yang dijalankan. Beberapa pertanyaan tersebut antara lain:

  1. Apakah campaign saya berdampak positif terhadap penjualan di toko dan penjualan online?
  2. Apakah campaign yang dijalankan menghasilkan return yang positif?
  3. Apa dampaknya terhadap existing brand buyers dibandingkan new brand buyers?
  4. Apakah campaign mendorong lebih banyak pembeli, frekuensi pembelian lebih tinggi, dan keranjang belanja yang lebih besar?
  5. Segmen audiens mana yang memiliki respons terbesar?
  6. Apa dampak campaign terhadap target market?

Untuk lebih memahami bagaimana brand dapat tetap menjalankan strategi iklan di tengah pandemi, tidak ada salahnya untuk mengidentifikasi data dari industri di atas dan jawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Semoga informasi ini bermanfaat!