iProspect Logo

Menjaga Privasi Data, Cara Brand Agar Dipercaya oleh Konsumen

Pernah mendapatkan pesan penipuan yang mengatasnamakan Anda? Jika iya, maka Anda harus mulai berhati-hati sekarang. Bisa saja seseorang atau sebuah organisasi menyalahgunakan data pribadi yang Anda miliki atau menautkannya terhadap hal-hal yang merugikan.

Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika, data pribadi merupakan data perseorangan yang perlu disimpan, dirawat, dijaga kebenaran, serta dilindungi kerahasiaannya. Di dalam dunia marketing, data pribadi dapat digunakan untuk hal-hal besar, misalnya saja prediksi produk yang diinginkan oleh konsumen atau pemesanan ulang produk secara otomatis.

 

Riset Konsumen Terhadap Privasi Data

Di dalam 2020 Consumer Privacy and Brand Trust Research yang dikerjakan oleh Microsoft Advertising bekerja sama dengan iProspect ditemukan beragam fakta penting terkait privasi data, di antaranya sebagai berikut:

  1. Kelompok usia milenial mengganggap perlindungan data sangat penting dan mereka berharap untuk mendapatkan persetujuan terlebih dahulu saat data pribadinya digunakan atau dibagikan
  2. 85% konsumen mengatakan bahwa hubungan mereka dengan perusahaan terputus saat perusahan melanggar privasi datanya. Bahkan, 65% menyebutkan bahwa mereka menghentikan sama sekali hubungan bisnis dengan perusahaan tersebut
  3. 49% dari responden menganggap bahwa privasi data adalah tanggung jawab bersama antara bisnis, individu, dan lembaga pemerintah. Semuanya harus bisa berkolaborasi dan berkomitmen untuk menjaganya

 

Menjaga Kepercayaan Konsumen

Hal inilah yang menjadi alasan kenapa privasi data atau kerahasiaan sebuah data menjadi sangat penting. Bagi sebuah Brand keberadaan data tentu saja bukan hal yang sepele. Menjaga kerahasiaan data konsumen, sama saja dengan menjaga kepercayaan mereka.

Kepercayaan konsumen bukanlah hal yang statis dan setiap Brand harus menempatkan kepercayaan konsumen sebagai salah satu target jangka panjang. Ada beragam hal yang bisa dilakukan untuk melakukan hal ini antara lain:

  1. Melibatkan diri secara aktif pada interaksi dengan konsumen untuk membangun hubungan yang erat
  2. Mematuhi peraturan hal-hal terkait privasi dan perlindungan data
  3. Mendengarkan dan bertindak berdasarkan masukan konsumen mengenai produk dan layanan yang ditawarkan
  4. Bersikap transparan terhadap penggunaan data konsumen serta hal-hal apa saja yang bakal terjadi jika Brand melanggar aturan perlindungan data yang berlaku

 

Meminimalisir Penyalahgunaan Data Konsumen

Sebagai sebuah usaha untuk memberikan perlindungan data dan meminimalisir dampak penyalahgunaannya, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh Brand, yakni sebagai berikut:

  1. Pahami dengan baik aturan dan kebijakan privasi data terlebih dahulu. Hal ini bisa dioptimalkan dengan bekerja sama tim IT untuk memahami cakupan dan potensi penyalahgunaan data
  2. Identifikasi bisnis dan kebijakan privasi data yang ada, lalu tetapkan prosedur untuk mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan data. Untuk hasil yang efektif, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak di dalam satu bisnis
  3. Mayoritas di antara konsumen tidak ingin menghabiskan banyak waktu untuk memahami hal ini. Olehnya itu, setiap Brand perlu mengedukasi konsumen dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan berulang kali agar mereka benar-benar paham
  4. Sebagai sebuah bisnis, setiap Brand juga perlu mendokumentasikan segala aturan dan kebijakan privasi yang dikeluarkan oleh setiap pemangku kepentingan

 

Salah satu hal yang tidak kalah pentingnya untuk dilakukan oleh setiap Brand adalah dengan membangun kepercayaan dan reputasi di awal terkait privasi data dan perlindungan data. Dengan begini, setiap konsumen tidak lagi ragu terhadap reputasi dan kredibilitas Brand tersebut.

Jika suatu saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terkait data mereka, maka para konsumen dapat dengan mudah memaklumi Brand karena adanya rasa percaya tadi. Yang jelas, hal ini tentu tidak akan mudah sebab dibutuhkan kemauan dan komitmen oleh setiap orang bekerja pada sebuah Brand tersebut.