iProspect Logo

Kenapa eCommerce Perlu Dimodernisasi dengan Migrasi Data?

Modernisasi eCommerce merupakan pekerjaan kompleks sebagai bagian dari tujuan jangka panjang yang terdiri dari berbagai tahap. Namun, sebagai penjual, Anda dapat mengambil beberapa langkah awal pertama sekarang untuk membangun fondasi untuk platform eCommerce yang fleksibel dan gesit yang memenuhi harapan pelanggan Anda. Berikut ulasan terkait eCommerce Migration.

Apa Itu Migrasi eCommerce?

Migrasi eCommerce pada dasarnya mengharuskan Anda memiliki platform eCommerce dan memindahkannya ke Cloud. Hal ini disebut juga dengan istilah ‘Lift and Shift’ atau ‘angkat dan geser’. Berdasarkan pengalaman yang ada, hal ini sering kali terjadi pada penjual yang telah melakukan virtualisasi terhadap produk-produknya dan ingin fokus untuk masuk ke Cloud dengan cepat.

Migrasi data pada eCommerce ini kerap menjadi tujuan sebagian penjual sebagai langkah awal menuju upaya transformasi eCommerce yang lebih luas.

Meskipun hal ini hanya langkah awal, penjual yang memulai inisiatif migrasi data eCommerce dapat memanfaatkan elastisitas, skalabilitas, keamanan, dan platform cloud Google Cloud yang memang terbaik di kelasnya.

Adapun beberapa manfaat migrasi eCommerce antara lain sebagai berikut:

  • Kemampuan Migrasi Cepat
    Dengan migrasi Langsung ke komputasi Google Cloud berarti Anda tidak lagi memerlukan waktu untuk pemeliharaan (maintenance downtime) karena peningkatan dan pemeliharaan dilakukan oleh infrastruktur penyedia. Sementara pusat migrasi dapat membantu mempercepat proses migrasi untuk beban kerja yang sangat kompleks dengan bantuan Google Cloud Professional Services atau mitra khusus Google.
  • Komputasi Fleksibel
    Google Cloud menawarkan berbagai opsi jenis mesin yang fleksibel untuk menyesuaikan ukuran dengan beban kerja eCommerce yang dimiliki oleh penjual demi membantu mengurangi biaya operasional.
  • Tingkat Keamanan yang Tinggi
    Google Cloud mengenkripsi semua data saat transit dan saat tidak aktif secara default, membantu mendukung kebutuhan para penjual, termasuk Payment Cardholder Industry (PCI) dan mengamankan seluruh data end consumer.
  • Jaringan Luas
    Load Balancing dan jaringan pribadi Google Cloud menjangkau beberapa area geografis. Load Balancernya secara otomatis akan mendistribusikan traffic multi-regional ke sumber daya GCP terdekat dengan konsumen, yang meningkatkan pengalaman, serta menghasilkan konversi yang lebih tinggi.
  • Artificial Intelligence dengan Analisis Data
    Bermigrasi ke Google Cloud memungkinkan akses terhadap Artificial Intelligence yang dapat meningkatkan pengalaman pelanggan. Rekomendasi AI dan teknologinya memberikan analisis data yang dapat meningkatkan konversi melalui rekomendasi yang digerakkan oleh AI.
    Beberapa tantangan eCommerce yang seringkali menjadi pertimbangan pemilik untuk migrasi data ke Cloud, antara lain:
  • Dibutuhkan kecepatan untuk mendukung bisnis yang sedang berlangsung melalui saluran digital dan beradaptasi dengan ekspektasi pelanggan yang selalu berubah dan semakin tinggi.
  • Total biaya kepemilikan tinggi karena biaya operasional yang dibutuhkan di awal untuk membangun infrastruktur sendiri terbilang tinggi. Pengeluaran untuk mengakomodasi kapasitas besar hanya untuk proyek jangka pendek juga menjadi kurang efisien.
  • Keberadaan sistem lama yang membatasi infrastruktur eCommerce bakal menghalangi kemampuan untuk memodernisasi dan beradaptasi dengan perubahan permintaan pelanggan.

 

Cara Migrasi Data Memodernisasi eCommerce

Untuk memodernisasi hal ini, berikut metodologi berdasarkan praktik terbaik yang telah dijalankan:

  1. Explore: Dapatkan kenyamanan di Google Cloud dengan bereksperimen pada produk dan layanan yang tersedia. Setelah itu tentukan dan buat sekumpulan komponen dasar yang dibutuhkan oleh migrasi di seluruh domain eCommerce.
  2. Planning: Lakukan inventaris aplikasi eCommerce untuk memahami keseluruhan kompleksitas migrasi data. Jika sudah, baru Anda dapat merencanakan tahap migrasi selanjutnya.
  3. Execution: Migrasikan beban kerja eCommerce Anda tanpa mengganggu traffic pelanggan. Lalu validasi penerapannya dengan melakukan integrasi dan pengujian awal.
  4. Testing: Berikutnya, validasi fungsionalitas dan mulailah melayani traffic yang ada. Aturan praktisnya adalah mulai dengan membagi traffic yang lama dengan yang baru.
  5. Optimisasi: Sesuaikan telemetri dan instrumentasi secara berulang di Cloud Monitoring serta sesuaikan pula metrik pemantauan berdasarkan KPI yang telah ditetapkan untuk melacak Service Level Indicator dan Service Level Objective.
  6. Decommissioning: Terakhir, hapus dan nonaktifkan eCommerce yang lama jika Anda telah nyaman dengan yang baru.
    Itulah sekilas ulasan mengenai beberapa hal terkait perlunya eCommerce dimodernisasi dengan migrasi data.