iProspect Logo

iProspect Future Focus 2020 Tantangan dan Peluang Transformasi Digital 10 Tahun Ke Depan

Tidak sedikit orang yang sering bertanya apa itu transformasi digital? Sebagai sebuah topik yang sering kali dibicarakan belakangan ini, transformasi digital sendiri merupakan sebuah bisnis model yang muncul karena adanya dorongan digitalisasi perilaku konsumen mulai dari cara mereka berbelanja, akses terhadap hiburan, hingga proses pengelolaan kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan data dari iProspect Research, pada 2020 lebih dari 1 miliar orang diperkirakan bakal menerapkan sistem pembayaran digital. Menjelang 2023, orang-orang lebih banyak menggunakan Voice Assistant untuk memudahkan aktivitas keseharian mereka. Sementara pada 2030 lebih dari 1 miliar orang akan menjadi masyarakat kelas menengah karena meningkatnya kemampuan ekonomi setiap orang.

Setidaknya ada 5 industri besar yang dipercaya akan mengalami transformasi digital dalam kurun waktu 10 tahun. Industri tersebut antara lain perbankan atau keuangan, bisnis retail, teknologi, otomotif, serta FMCG (Fast Moving Consumer Goods). Lantas, seperti apa tantangan dan peluang transformasi digital yang bakal dihadapinya selama 10 tahun ke depan? iProspect Future Focus 2020 membagikan poin-poin pentingnya di bawah ini!

Tantangan Transformasi Digital

1. Ketidakpastian Eksternal

Hal pertama yang menjadi tantangan yakni adanya ketidakpastian eksternal yang terjadi pada sebuah bisnis. Hal ini disebabkan oleh munculnya persaingan di satu industri, adanya regulasi terkait data-data baru, terjadinya perpecahan pada rantai pasokan media, masa depan geopolitik yang tidak menentu, serta peningkatan pengawasan dari konsumen yang menyebabkan beberapa brand justru ragu-ragu dalam bertindak.

 

2. Pandangan Berlebihan Terhadap Digitalisasi

Keinginan dan cara pandang berlebihan sebuah brand dalam melihat proses digitalisasi justru kerap kali dianggap sebagai pemicu gagalnya brand dalam bertransformasi. Pasalnya, sistem digital hanya ditambahkan sebagai sebuah entitas yang terpisah dari infrastruktur bisnis yang ada. Brand pun tidak mencari tahu bagaimana proses dan budaya digital apa yang perlu diterapkan di dalam bisnis tersebut.

 

3. Tidak Adanya Pengukuran yang Pasti

Lebih dari 50% brand percaya bahwa mereka perlu melakukan inovasi produk dan layanan melalui transformasi digital di tahun-tahun mendatang. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk mengetahui kerangka kerja dan sistem pengukuran untuk mengetahui apakah inovasi yang dilakukannya berhasil atau tidak. Sebagai sebuah praktik yang baru, digitalisasi belum punya pengukuran yang pasti untuk setiap bisnis.

 

4. Penggunaan Teknologi yang Tidak Mumpuni

Meskipun transformasi digital yang dilakukan menggunakan teknologi, bukan berarti teknologi telah siap digunakan dan memiliki strategi jitu untuk memenangkan pasar. Setiap brand perlu berinvestasi dalam teknologi untuk menghasilkan transformasi digital yang diharapkan. Langkah ini pun bisa dilakukan secara in-house atau berkolaborasi dengan agensi terkait.

Peluang Transformasi Digital

Dari penerapan transformasi digital, ada berbagai peluang yang diharapkan oleh sebuah brand; yang tentu saja tergantung dari tujuan awalnya. Beberapa hal yang bisa dilihat sebagai peluang antara lain munculnya keberagaman dan inklusivitas pasar, model perdagangan yang bersifat direct-to-consumer, serta kepemilikan perangkat mobile yang dimiliki oleh setiap konsumen.

Dengan pemaparan yang telah dijelaskan sebelumnya mengenai tantangan dan peluang apa saja yang bisa diraih dari bisnis model yang satu ini, maka bukan tidak  mungkin transformasi digital di Indonesia juga dapat terjadi pada seluruh bisnis yang ada.

Untuk memulainya, ada tiga fokus penting yang perlu dipersiapkan dari sekarang yakni mengetahui posisi brand di era digital, memastikan adanya tambahan sumber daya untuk mendukung transformasi digital, serta menjadikan brand lebih dinamis terhadap perubahan-perubahan yang ada. Meskipun tahun 2030 masih lama, ada baiknya jika setiap brand segera bersiap untuk menghadapi transformasi digital mendatang.