iProspect Logo

Meningkatkan Customer Engagement dengan Aplikasi Berbasis Voice Search

Ketika kita melihat ke belakang untuk meninjau ulang konsumsi media, terlihat jelas bahwa perilaku konsumen dan kebiasaan membeli telah bergeser drastis mengikuti perkembangan teknologi. Dengan munculnya Internet of Things dan Smart Devices, interaktivitas telah menjadi standar baru.

Kita juga telah beralih dari media massa konvensional seperti cetak, radio, dan TV ke konten yang dibuat oleh pengguna ke komunikasi yang diprakarsai oleh pengguna itu sendiri dengan memanfaatkan teknologi seluler.

Hasilnya, hanya dengan membuat konten dan berharap konten tersebut menemui target audiens, ternyata tidaklah cukup. Ada lebih banyak hal yang harus dilakukan agar brand dapat merespons secara efektif bagaimana manusia dan mesin berinteraksi.

Salah satu yang populer di tengah perkembangan teknologi hari ini adalah Voice Search atau penelusuran suara. Fungsi Voice Search adalah untuk mengukur keterlibatan pengguna dan memahami tren yang ada untuk meningkatkan Customer Experience. Selain itu, sebagian besar jawaban yang diberikan oleh Voice Search terbilang otoritatif sesuai dengan kebutuhan Customer.

Lantas, seperti apa kemampuan teknologi ini dalam meningkatkan Customer Engagement? Berikut ulasannya!

Apa Itu Aplikasi Berbasis Voice Search?

Aplikasi Berbasis Suara atau Aplikasi Suara adalah antarmuka percakapan yang dirancang untuk memperluas fungsionalitas perangkat berkemampuan suara seperti speaker pintar (seperti yang dilakukan aplikasi berbasis layar pada seluler). Pengguna dapat berinteraksi dengan teknologi pengarahan suara yang mudah digunakan ini menggunakan nama pemanggilannya.

Beberapa contohnya antara lain sebagai berikut:

  • H&M Home Stylist

Penelusuran suara H&M Home Stylist memungkinkan pengguna untuk mengajukan pertanyaan melalui Voice Search tentang inspirasi dekorasi untuk berbagai ruangan di rumah. Hanya dengan menggunakan Voice Search tersebut, Anda akan melihat contoh produk dari H&M Home lengkap dengan saran untuk bahan dan skema warna yang cocok.

  • Mystery Oreo

Untuk mempromosikan kontes rasa Oreo terbaru, Mondelez beralih ke Alexa. Tujuannya adalah untuk meningkatkan awareness, interest, dan engagement dengan melibatkan brand sebagai bagian dari campaign Mystery Oreo selama 2 bulan. Mystery Oreo sendiri bekerja dengan mengaktifkan teknologi suara saat seseorang bertanya, "Alexa, apa yang baru dari Oreo?"

  • Domino's Anyware

Sebagai bagian dari inisiatif Domino's Anyware, jaringan restoran meluncurkan pengiriman pizza yang diaktifkan oleh suara untuk pecinta pizza. Cukup berbicara ke smartphone Anda dan membuat pesanan, maka pesanan Anda akan segera diantarkan.

 

Bagaimana Aplikasi Berbasis Voice Search Digunakan oleh Konsumen?

Sadar atau tidak Voice Search kini ada di mana-mana. Mereka sering berada di ruang bersama di dalam rumah (ruang tamu, ruang keluarga) seperti smart speaker Amazon Echo (Alexa) atau Google Home. Voice Search juga biasanya ada di smartphone, di mobil, serta di SmartWatch Anda.

Penelusuran suara biasanya digunakan untuk pendidikan dengan mengajukan pertanyaan ke bot, utilitas, dan hiburan. Orang-orang senang berinteraksi dengan Voice Search sambil melakukan banyak tugas untuk menyelesaikan sesuatu dengan lebih cepat.

Dengan begini, setiap orang dapat menghemat waktu karena tidak perlu mengetik atau menyempurnakan rutinitas harian, seperti daftar tugas, waktu perjalanan, cuaca, dan pengingat.

Saat kami di iProspect mengerjakan mengembangkan teknologi Voice Search ini untuk klien, setidaknya ada 4 hal yang menjadi fokus utama kami. Fokus tersebut antara lain:

Temukan Alasan

Ketika memikirkan tentang cara berinteraksi dengan Voice Search, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi bagaimana sebuah brand dapat memberikan nilai dalam ekosistem penelusuran suara ini. Ada tiga cara yang kami temukan:

  1. Perluasan Produk: Memperluas nilai produk melalui Voice Experience, misalnya momen unboxing serta instruksi cara mengumpulkan seluruh perabotan yang ada.
  2. Content Strategy: Brand mungkin telah memiliki konten yang dapat diterjemahkan menjadi pengalaman interaktif di berbagai Voice Platform, seperti pendidikan, rekomendasi gaya hidup, serta tips dan trik.
  3. Customer Support: Membuat informasi apapun yang mungkin diperlukan oleh Customer melalui Voice dengan mudah dan nyaman.

2. Jadikan Konsumen Sebagai Bagian Utama Desain

Jika Voice Search yang dirancang tidak mudah dan tidak menyenangkan untuk digunakan, maka kemungkinan besar pengembangan gagal. Untuk merancang sistem penelusuran suara yang lebih bernilai dan bekerja dengan baik, selalu jadikan Konsumen sebagai bagian utama dari proses desain. Pertimbangkan pula hal-hal yang mereka harapkan dari interaksi Voice Search, seperti:

  • Pikirkan cara terbaik untuk membantu Customer dan kemudian pertimbangkan tingkat kerumitan teknis yang bakal dilalui. Aplikasi Voice Search harus dapat mengakomodasi berbagai variasi jawaban, bukan hanya meminta pertanyaan dijawab persis seperti yang Customer ucapkan.
  • Izinkan Customer menggunakan bahasa asli mereka. Pasalnya, kita semua menggunakan bahasa gaul masing-masing dan memiliki keunikan untuk mengatakan hal yang sama. Luangkan waktu untuk memikirkan bagaimana Customer berinteraksi, pertanyaan apa yang akan mereka tanyakan, dan bagaimana Anda menanggapinya.
  • Pertimbangkan konteksnya sebab tidak semua konsumen berinteraksi melalui Voice Search dalam kondisi yang sama.
  • Berikan alasan yang baik kepada Customer untuk kembali dengan memberikan informasi yang relevan kepada Customer baru dan lama. Pasalnya, orang-orang kemungkinan besar akan kembali jika konten diperbarui secara teratur.

3. Jangan Takut Salah

Pada bagian ini, brand tidak perlu fokus untuk mendapatkan aplikasi Voice Search yang sempurna. Sebagai langkah awal, perhatikan terlebih dahulu bagaimana teknologi ini bekerja dan berinteraksi dengan Konsumen. Intinya, semakin cepat Anda meluncurkan, semakin banyak waktu yang Anda miliki untuk bereksperimen, mempelajari, dan meningkatkan aplikasi Voice Search agar bisa meningkatkan Customer Engagement.

 

4. Promosikan Voice Search

Saat ini adalah lebih dari 100.000 keterampilan yang dimiliki oleh Alexa dan lebih 33.000 tindakan yang bisa dilakukan oleh Google Assistant. Berbeda dengan aplikasi lainnya, aplikasi Voice Search tidak punya platform distribusi, jadi setiap brand perlu mempromosikan Voice Search mereka. Promosi ini pun bisa dilakukan melalui channel online dan channel offline sebagai pendukung.

 

Ingatlah bahwa channel-channel baru untuk Customer dan perlu percobaan-percobaan agar bisa tetap hadir sebagai sesuatu yang solutif. Untuk melakukannya, setiap brand perlu memulainya sedini mungkin. Selamat mencoba!