iProspect Logo

Cari Tahu Peran dan Nilai dari Media yang Digunakan Melalui Cross Channel Attribution

Menetapkan atribusi yang tepat di digital advertising merupakan Pain Point dari hampir seluruh perusahaan yang ada, bagaimana pun bentuknya. Ada begitu banyak pilihan yang tersedia dan ada begitu banyak pula keputusan yang harus dibuat.

Sayangnya, itu tidak ada aturan atau parameter yang pasti yang bisa menjadi panduan Anda dalam menetapkan strategi pemasaran. Salah satu cara yang dapat Anda gunakan adalah dengan memanfaatkan Cross Channel Attribution.

Untuk mengetahui lebih lanjut peran dan nilai dari media yang digunakan melalui Cross Channel Attribution ini, Anda dapat menyimak penjelasannya di bawah ini!

 

Definisi Cross Channel Attribution

Cross Channel Attribution merupakan seperangkat aturan yang menetapkan angka untuk penjualan dan pendapatan ke Brand Touchpoints terhadap keseluruhan Customer Journey.

Brand Touchpoints sendiri merupakan informasi mengenai poin-poin keterlibatan Brand yang menjelaskan siapa, apa, kapan, dan di mana sebuah pembelian bakal dilakukan. Hal ini hampir sama dengan informasi Point of Sales.

Bagi para Marketer yang bergerak di B2B, Touchpoints pada dasarnya sebuah tabel data dengan setiap baris yang berisi Touchpoint dan setiap kolom yang mendeskripsikan touchpoint itu sendiri seperti orang, peluang, konten, halaman web, formulir, lokasi, dan nilai pendapatan.

Singkatnya, Cross Channel Attribution berkaitan erat dengan pendapatan (Revenue) sebuah bisnis.

 

Pentingnya Cross Channel Attribution

Tujuan dari atribusi adalah untuk membantu para Marketer memahami Marketing Actions dan Touchpoints yang memengaruhi pendapatan dan konversi. Tanpa atribusi yang tepat, sebuah bisnis dengan tabel data yang banyak tidak akan memberikan Insight atau masukan apapun, misalnya berapa banyak Value yang dihasilkan dari upaya pemasaran.

Setelah Marketer tahu apa saja yang punya Value dan apa yang tidak, maka hal ini akan memberikan serangkaian tindakan baru untuk dikerjakan. Beberapa tindakan tersebut biasanya meliputi tindakan seputar pengoptimalan, penganggaran, dan perencanaan strategis yang semuanya didasarkan pada Value yang dipahami.

Dengan begini, Marketers akan tahu bahwa Cross Channel Atribusi ini menjadi penting bagi bisnis dan perannya sebagai pengambil keputusan.

 

Cross Channel Attribution Melalui Google Analytics

Menerapkan Cross Channel Attribution bukanlah pekerjaan semalam. Pasalnya, Cross Channel Attribution merupakan teknologi dan metode pengukuran yang membutuhkan banyak tim, memerlukan koordinasi, serta manajemen perubahan.

Apabila Anda sudah memiliki Google Analytics, Salesforce, atau Marketing Automation seperti Marketo, maka hal ini menandakan bahwa Anda sudah mempunyai pilihan untuk menerapkan strategi pemasaran yang tepat melalui Cross Channel Attribution.

Khusus Google Analytics, tool ini menyediakan beragam model Cross Channel Attribution yang dibutuhkan. Google Analytics pun menjadi awal yang baik jika seluruh transaksi dilakukan di situs web, seperti e-commerce.

Namun, jika sebuah bisnis memiliki alur penjualan yang kompleks di mana melibatkan tim Marketing Online dan Offline, maka bisnis tersebut pun memerlukan model atribusi yang lebih lengkap lagi.

 

Itu tadi ulasan singkat mengenai Cross Channel Attribution dan pengaruhnya terhadap strategi pemasaran yang perlu diketahui bersama. Di iProspect kami menerapkan Advanced Attribution demi membantu klien menentukan peran dan nilai media, ditambah interaksi dengan saluran yang dimiliki.

Berdasarkan informasi yang didapatkan, kami memberikan contoh terhadap keputusan investasi yang bakal dibuat dan mengawasi optimalisasi marketing yang dijalankan. Intinya, Last Click Attribution sebagai bagian dari Cross Channel Attribution sebaiknya ditingkatkan ke cara-cara lain.

Pasalnya, Customer Journey kini jauh lebih kompleks. Kerumitan ini terkait erat dengan lanskap digital yang ada sekarang di mana setiap Marketer memerlukan sejumlah pendekatan atribusi untuk memenuhi beragam kebutuhan marketing.