iProspect Logo

Cara Melakukan Perencanaan Pemasaran Strategi Marketing Setelah Pandemi COVID-19 Berakhir

Penyebaran COVID-19 tentunya telah mampu mengubah dunia, terlebih dalam industri bisnis. Selama pandemi COVID-19 banyak bisnis mulai menurun penjualannya secara drastis, dan bahkan ada pula yang sampai menutup bisnis yang telah dibangun sebelumnya. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan perencanaan pemasaran dengan benar dan matang selama pandemi, hal ini pun harus dilakukan pada saat sulit seperti sekarang agar bisnis tetap berjalan.

Adapun perubahan yang terjadi selama masa pandemi COVID-19 dan juga setelah setelahnya. Mulai dari perubahan perilaku seseorang, perubahan sosial, perubahan bisnis, hingga pemerintahan. Untuk perubahan bisnis sendiri akan mengalami beberapa hal di antaranya;

  • Peningkatan bekerja dari rumah
  • Mengalami percepatan dalam teknologi yang mempromosikannya
  • Ketergantungan yang lebih besar kepada e-commerce di Indonesia
  • Jatuhnya harga ruang komersial 

Selain itu, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan para marketer setelah masa pandemi COVID-19 berakhir dan harus dipertanyakan kepada dirinya sendiri.

  • Apakah marketing yang sedang dijalankan tidak sesuai lagi? apakah sistem marketing otomatis menghabiskan media dan mengganggu para konsumer?
  • Apakah pemasaran yang akan diluncurkan tidak lagi sesuai? Atau apakah Anda membuat keputusan oportunisme yang bisa jadi caci-maki para konsumen
  • Apakah Anda mendengarkan pelanggan secara eksplisit dan menyesuaikan tren data yang lebih luas untuk memastikan komunikasi dan tindakan pemasaran sesuai?
  • Adakah tindakan langsung yang dilakukan adalah demi memenuhi kebutuhan baru mereka dan bukan karena ingin mengganti aliran produk?
  • Sudahkah Anda mematikan outdoor media dan dialihkan ke home media?
  • Apakah Anda memiliki seorang ‘Brain Trust’ untuk memeriksa kembali apakah pemasaran sudah sesuai atau terlalu memihak ke suatu kelompok?

 

Ketahui juga 4 faktor yang sebaiknya dilakukan setelah pandemi COVID-19 ini berakhir. Mari, simak ulasannya di bawah ini!

Membangun Komunitas Pelanggan Online

Perencanaan strategi marketing pertama yang bisa dilakukan setelah pandemi COVID-19 berakhir yakni membangun komunitas pelanggan online.

Hal ini sangat memungkinkan untuk dimanfaatkan, karena akan lebih memudahkan para konsumen untuk melakukan bisnis maupun transaksi dalam pembelian secara online dan tanpa harus pergi ke offline store, dan kita juga bisa melacak siapa saja yang mengunjungi brand dan berpartisipasi dengannya.

Mengoptimalkan Ekosistem Secara Digital

Ekosistem ekonomi digital Indonesia akan semakin diperkuat dengan adanya ekspansi bisnis setelah pandemi COVID-19 berakhir. Tren ekosistem ini juga telah bertransformasi dengan dukungan dari lingkungan dan perilaku para pengguna internet yang berubah selama masa pandemi. Pastikan Anda melakukan perencanaan pemasaran ini secara kreatif dan inovatif agar tidak membuat para pelanggan menjadi bosan.

Proses Strategi Marketing yang Jelas & Akuntabilitas

Untuk melakukan cara yang ketiga ini, harus diperhatikan juga bawah komunikasi dan penyampaian harus jelas, tepat, dan konsisten dari pihak brand kepada para audiens dengan cepat. Selain itu, agar strategi marketing jelas, tentukan juga segmentasi pasar, kenali dan ketahui kebutuhan para audiens, serta buat konsep dengan matang dan jelas agar mudah dimengerti. Tak hanya itu saja, ketahui juga tujuan dari strategi pemasaran setelah pandemi COVID-19 ini, serta dampak yang akan dihasilkan nantinya.

Menyajikan Produk dan Layanan yang Inovatif

Tentu Anda harus tahu terlebih dahulu strategi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan di saat sulit seperti ini, supaya bisa mendapatkan pelanggan baru dan memperkuat hubungan yang telah terjalin sebelumnya.

Dengan mengembangkan ide-ide yang kreatif dan inovatif, dan memberikan sudut pandang yang berbeda mampu menjadi unique selling point yang bisa diandalkan dalam bisnis Anda.

Beberapa hal lainnya yang harus dipahami dan dilakukan adalah, mengamankan anggaran bisnis, menjaga reputasi bisnis, luangkan waktu untuk melakukan perencanaan strategi marketing online, pastikan target tepat, beralih dari Corporate Social Responsibility (CSR) ke Creating Shared Value (CSV). Beberapa hal lainnya mengenai penggunaan media, komunikasi brand post pandemic, serta augmented creativity & brand experience juga bisa Anda baca di sini.