iProspect Logo

Apa Perbedaan Reach dan Impression?

Sebuah bisnis yang dijalankan di dunia digital tentu saja membutuhkan Brand Objectives. Hal ini merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh sebuah bisnis, baik dari segi pendapatan atau citra bisnis (Brand Awareness) di pasaran.

Bagi bisnis dengan Brand Objectives untuk meningkatkan Brand Awareness, istilah Unique Reach tentu sudah bukan lagi hal yang asing. Unique Reach mengukur jumlah total orang yang dijangkau oleh sebuah iklan yang Anda pasang. Metrik ini melampaui pengukuran Cookie-Based untuk membantu Anda memahami berapa banyak orang melihat iklan Anda di berbagai perangkat, format, situs, aplikasi, dan jaringan. Kelebihan inilah yang menjadikan Unique Reach Based sebagai pengganti Cookie Based yang akan segera dihapus.

Sebagai contoh, jika seseorang melihat iklan Anda di ponsel, desktop, dan tablet mereka, iklan Anda akan menerima tiga tayangan, tetapi Unique Reach dapat memberi tahu Anda bahwa masing-masing tayangan tersebut hanya berasal dari satu User.

Perlu diketahui bersama bahwa pada bulan Agustus 2020, informasi yang didapatkan dari Cookie akan dihapuskan dari Google Ads dan seluruh data yang didapatkan setelah 31 Juli 2020 tidak lagi ditampilkan.

Unique Reach ini meliputi setidaknya dua hal, yakni Unique User dan Average Impression Frequency, rata-rata jumlah frekuensi User melihat sebuah iklan yang Anda tayangkan.

Sayangnya di dunia Digital Marketing, Unique Reach atau Reach ini tidak bisa berdiri sendiri. Pasalnya, ada Impression yang bakal selalu mendampinginya, sehingga data yang Anda peroleh dari sebuah penayangan iklan akan lebih lengkap.

Walaupun keduanya sama-sama diukur oleh angka, baik Reach dan Impression masing-masing memiliki perbedaan. Untuk memahami apa saja perbedaan Reach dan Impression, ketahui informasi lengkapnya di bawah ini!

 

Perbedaan Dasar Reach dan Impression

Pada dasarnya, Reach mengacu pada jumlah total orang yang telah melihat iklan atau konten Anda, misalnya jika ada 50 orang yang telah melihat iklan Anda, berarti Reach iklan tersebut adalah 50.

Sementara Impression merujuk pada berapa kali iklan atau konten Anda ditampilkan di layar. Maksudnya, iklan yang Anda tayangkan muncul di layar sebanyak 100 kali, maka Impression iklan tersebut adalah 100.

 

Reach dan Impression di Google Analytics

Untuk menilai seberapa efektif situs web yang dibuat, setiap pemilik situs web biasanya memanfaatkan Google Analytics. Tool ini juga digunakan untuk mengetahui Reach dan Impression pada setiap halaman di situs web tersebut.

Namun, pada Google Analytics, metrik yang sering kali diukur adalah User dan Page Views. User mengukur jumlah orang yang telah mengunjungi web Anda setidaknya sekali selama rentang waktu yang relevan. Page Views adalah jumlah total halaman yang dilihat oleh semua User Anda.

Yang perlu dicatat, baik User maupun Page View masing-masing menerapkan istilah Reach dan Impression untuk mengetahui hasil sebuah situs web secara spesifik.

 

Reach dan Impression di Google Ads

Berbeda dengan Google Analytics, Google Ads merupakan media iklan yang memungkinkan penggunanya untuk mengatur sendiri iklan yang akan ditayangkan. Pengaturan tersebut antara lain penempatan iklan di Google Search, target market, dan bahasa yang digunakan.

Secara umum, Google Ads mengukur dua jenis Reach, yakni Cookie-Based Reach dan Unique Reach. Cookie-Based Reach seperti yang dijelaskan di awal tidak akan lagi digunakan. Sementara Unique Reach sendiri selangkah lebih maju dengan kemampuannya untuk memperkirakan dan menghilangkan tampilan duplikat dari pengguna yang sama.

 

Demikianlah tadi ulasan singkat mengenai perbedaan Reach dan Impression yang perlu dipahami sebagai seorang Digital Marketer. Intinya, jika angka Reach dan Impression iklan yang ditayangkan tinggi, namun Brand Objectives belum sesuai harapan, misalnya Conversion Rate rendah; maka Anda perlu mengevaluasi kembali strategi Marketing yang dijalankan.

Cukup mudah 'kan untuk memahaminya?